Salah
satu agenda rutin Rumah Nderes Sammani, bakda Shalat Tarawih, yang selalu
dibudayakan dan dipertahankan selama Ramadhan
adalah Tadarus Al Qur’an.
Pada setiap malamnya, kegiatan tadarus diikuti 5-10 jamaah masjid. Mulai dari Santri Taman Pendidikan Al Qur’an (Rumah Nderes Sammani) dan Bapak dariJam`iyah Tauhid AlHikam,Wali Santri ,Penduduk Gang Taman.
”Kalau Tahun kemarin, berhasil dilaksanakan khatam Al Quran sebanyak 5 kali, tahun tahun ini kita sukses melakukan khataman 9 kali”, kata Mas Sammani Pengasuh Rumah Nderes Sammani. aman Al Qur’an, yang dilaksanakan pada akhir ramadhan. Khataman Al Qur’an juga merupakan agenda rutin setiap ramadhan. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 26 Ramadhan, dengan ciri khas sedan ijo.
Terlepas dari berapa kali peserta tadarus dapat mengkhatamkan Al Qur’an, lebih dari itu esensi yang paling penting adalah bagaimana kemudian membiasakan kembali membaca dan mempelajari Al Qur’an di luar Bulan Suci Ramadhan.
Kalau ada yang beranggapan, bahwa selama Ramadhan semua amal ibadah termasuk mentadabburi Al Qur’an, pahalanya dilipatgandakan tentu tidak salah. Namun, akan lebih baik jika keistiqomahan membaca Al Qur’an itu tetap diterapkan di luar Ramadhan, walaupun pahala tidak dilipatgandakan sebagaimana Ramadhan.
Atau mungkin ada yang mengatakan kalau Ramadhan, masjid pasti selalu ramai dengan jamaah, sehingga tadarus pun akan ramai. Tentu hal itu juga benar adanya. Namun alangkahkah indahnya, ketika di luar Ramadhan masjid kita itu juga selalu ramai sebagaimana ketika ramadhan. Bisakah ? Tentu sangat bisa. Bukankah Ramadhan adalah tempat pendadaran, sementara bulan lain adalah tempat implementasi.Untuk itu kami Rumah Nderes(baca Pengasuh) secara pribadi akan berkeliling ke rumah2 teman-teman yang mendukung tadarusan ini secara personal kami tidak ingin melembagakan.ketaqwaan di bulan ramadaan tak kami hilangkan gaungnya.
Sekedar tips buat rekan-rekan pengelola masjid, buatlah Unit Kegiatan Masjid seperti kelompok Tadarus Al Quran. Gunakan sebagai tempat untuk mengenang indahnya tadarus yang telah dilakukan selama Ramadhan itu. Semoga dengan kelompok yang ada, budaya mentadabburi Al Qur’an selalu terjaga, walau Ramadhan telah usai. Allohu A’lam. *[
Tidak ada komentar:
Posting Komentar